Data Pribadi: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Tips Melindungi Data

Data Pribadi: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Tips Melindungi Data

  • 26 November 2021
  • Security
  • Ditulis oleh Bagus Adi Saputro
  • 34 Views


Di era digitalisasi ini, data berupa informasi pribadi sangat diperlukan untuk melakukan sesuatu. Mulai dari mendaftar untuk registrasi webinar online hingga melakukan pembelian di online shop. Hampir semua aktivitas di dunia digital saat ini hanya cukup mengisi data pribadi saja. Ini membuat segalanya jadi lebih mudah, hemat, dan cepat. Namun, di balik semua kemudahan itu ternyata ada kerentanan yang harus diperhatikan terkait penyalahgunaan data pribadi. Namun, pertama-tama  kami akan membahas pengertian dari data pribadi.


Apa itu Data Pribadi?

Saat ini pembicaraan mengenai data pribadi ramai dibicarakan di mana-mana. Terlebih lagi saat ada kebocoran data ataupun penipuan online, tapi sebenarnya apa itu data pribadi? Menurut RUU Perlindungan Data Pribadi  (RDP), data pribadi adalah setiap data tentang seseorang baik yang teridentifikasi dan atau dapat diidentifikasi secara tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sistem elektronik dan/atau nonelektronik. Dari pengertian itu berarti data pribadi memiliki ruang lingkup yang luas terkait informasi individu. 


Data pribadi itu dikumpulkan, dirawat, dan dijaga kerahasiaannya. Karena jika data pribadi itu disalahgunakan maka akan menimbulkan bahaya yang berdampak pada ekonomi maupun politik. Apalagi, saat digitalisasi yang dilakukan saat ini masih begitu rentan dengan masalah keamanan, seperti kebocoran data. 


Jenis-Jenis

Masih merujuk pada RUU Perlindungan Data Pribadi (RDP) dibagi menjadi dua jenis, yaitu Data Pribadi bersifat umum dan Data Pribadi bersifat Spesifik

1. Data Pribadi bersifat Umum

Kategori data-data yang termasuk jenis ini, seperti: nama lengkap, jenis kelamin, agama, alamat rumah, nomor telepon, hingga tanggal kelahiran. Data-data ini bila sudah dikumpulkan dan dikombinasikan maka dapat mengidentifikasi seseorang. 


2. Data Pribadi bersifat Spesifik 

Jenis data ini memiliki karakteristik yang lebih detail dan mendalam tentang seseorang, misalnya informasi kesehatan, data biometrik, catatan kejahatan, data keluarga dan data anak, data pandangan politik dan hobi. 


Berikut ini tips untuk melindungi data pribadi yang bisa kamu lakukan

1. Hindari autosave password

Jika ingin login dalam platform apapun, sebaiknya menghindari untuk autosave password. Karena jika passwordmu tersimpan dan platform tersebut mengalami kebocoran data maka informasi passwordmu sangat mudah dicuri


2. Jangan sembarangan klik tautan di internet

Biasanya dalam pesan broadcast memintamu untuk klik tautan, padahal itu adalah link palsu yang dapat mencuri informasi. Maka sebaiknya berhati-hati dan jangan klik tautan di internet yang belum jelas keasliannya.


3. Tidak mengubar data pribadi ke sosial media

Selain kebocoran data karena serangan hacker, kurangnya kesadaran untuk tidak mengubar data di sosial media juga perlu diperhatikan.


Itu dia pembahasan mengenai data pribadi. Semoga informasi ini bermanfaat dan tetap berhati-hati dalam beraktivitas di internet.


  • Tags:
  • -
  • Share: